Indonesia-China Teken MRA Bawang Putih dan Sarang Walet

Mutual Recognition Agreement (MRA) antara Indonesia dan China bakal memuat satu komoditas yakni bawang putih dan sarang burung walet. Bawang putih sendiri memang dilepaskan dari kuota impor.

"Hanya satu komoditas, dari China itu bawang putih dan dari kita itu sarang burung walet. Bawang putih ini kan memang sudah dilepas dari kuota," kata Menteri Pertanian Suswono seusai rapat koordinasi pangan, Kamis (20/6/2013), di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta.

Suswono menuturkan, MRA bakal dilaksanakan pada akhir tahun ini dan ekspor-impor bakal mulai dilakukan awal tahun depan. Dengan adanya perjanjian ini, produk hortikultura asal China dapat melenggang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Hal ini berdasarkan beleid pembatasan pintu masuk impor hortikultura yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 42 dan 43 Tahun 2012 tentang tindakan karantina tumbuhan untuk pemasukan buah segar dan sayuran buah segar ke dalam wilayah Republik Indonesia.

Meski demikian, menurut Suswono, pemerintah masih terus melakukan klarifikasi ke pemerintah China terkait keamanan pangan sarang burung walet dan komoditas lain seperti salak, manggis, dan alpukat.

Selama ini, Indonesia hanya melakukan MRA dengan tiga negara yakni Amerika Serikat, Australia dan Kanada. Negara yang sudah memiliki perjanjian MRA dengan Indonesia diyakini sudah aman baik dari segi produksinya hingga pengemasannya.

Suswono menambahkan, potensi ekspor sarang burung walet ke China bisa mencapai sekitar Rp7 triliun. Saat ini, menurut Suswono, ekspor sarang burung walet masih di bawah jumlah tersebut. Adapun jumlah impor bawang putih China tahun lalu mencapai 450 ribu ton.

Baca juga artikel lainya :