Kecoa,
Kehadiran binatang yang satu ini sangat merugikan
peternak burung walet. Kecoa doyan memakan sarang
walet, sehingga sarang menjadi berlubang. Akibatnya
populasi walet dalam gedung sulit berkembang. Kondisi
dalam gedung yang lembab dan bau turut mendukung perkembangbiakan
kecoa.
Kecoa
juga bisa hadir di rumah walet baru akibat pemakaian
kotoran walet yang memang sudah ada hama kecoanya.
Untuk mengatasinya dapat digunakan racun kecoa yang
tersedia dalam bentuk serbuk baik yang diumpan maupun
yang disemprot ke sarang kecoa. Namun dalam pemakaian
jenis semprot harus diperhatikan khusus untuk
sirip jangan disemprot terlalu basah, karena
ruang yang lembab bisa menyebabkan sirip lama mengering
dan hal ini tentu harus dihindari.
Tikus,
Predator yang satu ini juga tidak kalah efeknya dalam
hal merugikan peternak walet. Tikus juga doyan menyerang
dan memangsa anakan walet dan walet muda yang belum
bisa terbang. Yang lebih parah lagi tikus sering menimbulkan
suara gaduh yang membuat takut burung walet.
Untuk
mengatasinya, secara konvensional bisa menggunakan
racun tikus yang diltaburi keumpan. Namun salah satu
cara yang cukup efektif adalah dengan membuat
parit mengelilingi rumah walet.
Burung
Hantu & Kelelawar, Hama yang satu
ini banyak menggangu rumah walet yang berada di daerah
yang memiliki hutan lebat dan pepohonan yang tinggi.
Bila burung hantu bisa masuk kedalam rumah walet, selain
membuat takut walet juga bisa menyerang walet.
Untuk
mengatasinya, lubang masuk bisa diperkecil
ukuranya sehingga burung hantu yang bertubuh cukup besar
ini tidak bisa masuk lagi. Satu solusi lagi yang tidak
sulit untuk diterapkan dan sangat efektif adalah dengan
memasang lampu sorot dilubang masuk.
Supaya tidak merepotkan hidup dan matinya lampu bisa
dipasang timer, yang untuk saat ini sangat banyak dijual
dipasaran baik yang digital maupun manual.
Tokek,
Walaupun binatang yang satu ini lagi diburu yang katanya
enzimnya bisa dibuat obat untuk penyakit HIV. namun
kehadiranya di rumah walet menjadi masalah serius. binatang
ini selain memakan serangga-serangga dalam rumah walet
juga memangsa anakan walet dan telur walet. Tokek bisa
masuk kerumah walet lewat lubang masuk, ventilasi udara
maupun lewat celah dinding.
Untuk
mengatasinya tutup lubang ventilasi dengan kawat
kasa dan
untuk lubang masuk dipasang bingkai anti Tokek.
Bingkai anti tokek bisa kita buat sendiri dengan bahan
dari atap seng yang ukurannya bisa disesuaikan dengan
lubang masuk.
Bookmark
|